Rabu, 04 Agustus 2021

DISTRIBUSI FREKUENSI STATISTIKA

 Salah satu cara untuk mengatur, menyusun, atau meringkas data ialah dengan cara membuat distribusi frekuensi. Kata ditribusi berasal dari kata distribution (bahasa inggris), yang berarti penyaluran, pembagian, atau pancaran. Jadi, secara mendasar, distribusi frekuensi dapat diartikan sebagai penyaluran frekuensi, pembagian frekuensi, atau pancaran frekuensi. Sedangkan, frekuensi sendiri juga berasal dari bahasa Inggris, frequency, yang berarti kekerapan, keseringan, atau jarang-kerapnya. Dalam statistika, frekuensi berarti seberapa kali suatu variabel yang dilambangkan dengan angka (bilangan) berulang kali dalam deretan data angka tersebut.


Dengan demikian, distribusi frekuensi merupakan suatu keadaan yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau variabel yang dilambangkan dengan angka itu telah tersalur, terbagi, tersebar, dan terpancar. Penggambaran angka (bilangan) atau penyajian data angka tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel atau grafik/gambar, yang kemudian dikenal dengan istilah tabel distribusi frekuensi dan grafik distribusi frekuensi.


Data yang telah diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa data acak yang dapat dibuat menjadi data yang berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi atau tabel frekuensi. Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar (Hasan, 2001).

Macam Distribusi Frekuensi

Distribusi frekuensi terdiri dari dua yaitu: Distribusi Frekuensi Kategori dan Distribusi Frekuensi Numeric.


Distribusi Frekuensi Kategori

Adalah distribusi frekuensi yang mengelompokkan datanya disusun berbentuk kata-kata (kualitatif).

PENGUMPULAN DATA DALAM STATISTIKA

 Pengumpulan data memegang peranan yang sangat penting dalam mendapatkan informasi yang akurat. Data yang diperoleh dengan cara yeng benar akan menghasilkan kesimpulan yang valid.

1.         Tahapan Pengumpulan Data

Pada tahapan pengumpulan data, bisa dibagi menjadi dua tahap, yaitu :

a)        Tahap Persiapan

-            Menentukan dan merumuskan tujuan penelitian secara baik

-            Menentukan metode yang akan digunakan

-            Menentukan teknik pengumpulan data

-            Menyusun pedoman daftar pertanyaan yang dapat menjawab tujuan

-            Menentukan tempat dimana dat dikumpulkan dan jumlah responden

-            Menentukan siapa pelaksana pengumpulan data

b)        Tahap Pelaksanaan

-            Pengumpulan data

-            Supervisi lapangan sebelum data dibawa untuk diolah[3]

2.         Cara Mengumpulkan Data

Dilihat dari segi luasnya elemen yang menjadi objek penelitian, pengumpulan data statistik dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sensus dan sampling.

a)        Sensus

Sensus ialah cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti seluruh elemen yang menjadi objek penelitian. Dengan kata lain, sensus adalah pencatatan data secara menyeluruh (complete enumeration) terhadap elemen yang menjadi objek penelitian, tanpa pengecualian. Kumpulan dari seluruh elemen inti disebut populasi. Jadi pengumpulan data dengan menggunakan cara sensus, objek penelitiannya adalah populasi.

Keuntungan menggunakan, hasil yang diperoleh merupakan nilai karakteristik yang sebenarnya, karena sasaran penelitian mencakup keseluruhan objek yang berada dalam populasi. Adapun kelemahannya ialah, sensus merupakan cara pengumpulan data yang banyak memakan waktu, tenaga, dan biaya.[4]

b)        Survei

Survei adalah cara pengumpulan data pada sebagian objek yang akan diamati atau diukur dengan menggunakan teknik sampling.[5]

Dalam buku Pengantar Statistik Pendidikan, Anas Sudijono mendefinisikan sampling sebagaia suatu cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti sebagian kecil saja dari seluruh elemen yang menjadi objek penelitian. Dengan kata lain, sampling adalah cara mengumpulkan data dengan mencatat atau meneliti sampelnya saja.

Dalam hal ini, survei memiliki beberapa keuntungan yaitu biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak karena hanya sebagian anggota populasi saja yang diteliti, waktu yang dibutuhkan sebentar. Hal ini disebabkan karena data yang dikumpulkan tidak banyak. Keuntungan lain dari survei adalah tenaga yang dikeluarkan sedikit.[6]

3.         Teknik Pengumpulan Data

a.         Pengamatan (Observasi)

Pengamatan atau observasi adalah cara pengumpulan data dengan terjun dan melihat langsung ke lapangan (laboratorium), terhadap objek yang diteliti (populasi). Pengamatan disebut juga penelitian lapangan.

b.        Wawancara (Interview)

Wawancara adalah cara pengumpulan data dengan langsung mengadakan tanya jawab kepada objek yang diteliti atau kepada perantara yang mengetahui persoalan dari objek yang sedang diteliti.[7]

Pengumpulan data dengan teknik wawancara mempunyai beberapa keuntungan diantaranya: fleksibel karena urutan pertanyaan tidak harus sesuai dengan daftar pertanyaan, jawaban dapat diperoleh dengan segera, dapat menilai sikap dan kebenaran jawaban yang diberikan oleh responden dalam mengingat hal-hal yang lupa.

Disamping keuntungan tersebut, pengumpulan data dengan teknik wawancara juga memiliki beberapa kerugian atau kekurangan yaitu: relatif membutuhkan tenaga, waktu dan biaya yang besar, dapat menimbulkan kesalahan atau bias yang berasal dari pewanwancara maupun responden, bila pertanyaan yang diajukan terlalu banyak maka akan melelahkan sehingga kualitas data akan menurun.

c.         Pengukuran (measuring)

Proses pengambilan data dengan menggunakan alat ukur kita sebut dengan pengukuran. Kegiatan pengumpulan data dengan cara pengukuran biasanya dilakukan pada penelitian-penelitian laboratorium, penelitian kesehatan, dan lain-lain.

d.        Tes dan skala obyektif

Tes dan skala obyektif adalah suatu cara mengumpulkan data dengan memberikan tes kepada obyek yang diteliti. Dalam tes ini, peneliti hanya memberikan lembaran berupa daftar pertanyaan yang mengarah pada karakteristik seseorang. Kelemahan tes ini adalah hanya bisa dilakukan kepada orang yang bisa membaca. Sedangkan responden yang buta aksara harus dilakukan wawancara.

e.         Angket (kuesioner)

Angket ialah pertanyaan tertulis yang diajukan kepada responden. Jawaban diisi sendiri oleh responden tanpa bantuan dari responden lain maupun peneliti. Sehingga pertanyaan harus jelas dan tidak meragukan bagi responden. Jawaban diisi oleh responden sesuai dengan daftar isian yang diterima.[8]

f.         Penelusuran literatur

Penelusuran literatur adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan sebagian atau seluruh data yang telah ada atau laporan data dari peneliti sebelumnya. Penelusuran literatur disebut juga pengamatan tidak langsung.[9]

Minggu, 25 Juli 2021

Desain Eksperimen dalam Statistika

 Variabel dalam Penelitian Eksperimen



Dalam penelitian eksperimen dikenal beberapa variabel. Variabel adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi, keadaan, faktor, perlakuan, atau tindakan yang diperkirakan dapat memengaruhi hasil eksperimen.

Variabel yang berkaitan secara langsung dan diberlakukan untuk mengetahui suatu keadaan tertentu dan diharapkan mendapatkan dampak/akibat dari eksperimen sering disebut variabel eksperimental (treatment variable), dan variabel yang tidak dengan sengaja dilakukan tetapi dapat memengaruhi hasil eksperimen disebut variabel noneksperimental. Variabel eksperimental adalah kondisi yang hendak diteliti bagaimana pengaruhnya terhadap suatu gejala. Untuk mengetahui pengaruh varibel itu, kedua kelompok, yaitu kelompok eksperimental dan kontrol dikenakan variabel eksperimen yang berbeda atau yang bervariasi.


Variabel noneksperimental

Variabel noneksperimental sebagian dapat dikontrol, baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Ini disebut variabel kontrol atau controlled variabel. Akan tetapi, sebagian lagi dari variabel non-eksperimen ada di luar kekuasaan eksperimen untuk dikontrol atau dikendalikan. Jenis variabel ini disebut variabel ekstrane atau extraneous variabel. Dalam setiap eksperimen, hasil yang berbeda pada kelompok eksperimen dan kontrol sebagian disebabkan oleh variabel eksperimental dan sebagian lagi karena pengaruh variabel ekstrane. Oleh karena itu, setiap peneliti yang akan melakukan eksperimen harus memprediksi akan munculnya variabel pengganggu ini.


Pengertian Penelitian Eksperimen

Hakekat penelitian eksperimen (experimental research) adalah meneliti pengaruh perlakuan terhadap perilaku yang timbul sebagai akibat perlakuan (Alsa 2004). Menurut Hadi (1985) penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti.


Sejalan dengan hal tersebut, Latipun (2002) mengemukakan bahwa penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan dengan melakukan manipulasi yang bertujuan untuk mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati.


Penelitian eksperimen pada prisipnya dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat (causal-effect relationship) (Sukardi 2011:179).


Metode eksperimen

Selanjutnya, metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan utuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono 2011:72).Berdasarkan definisi dari beberapa ahli tersebut, dapat dipahami bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian. Jadi penelitian eksperimen dalam pendidikan adalah kegiatan penelitian yang bertujuan untuk menilai pengaruh suatu perlakuan/tindakan/treatment pendidikan terhadap tingkah laku siswa atau menguji hipotesis tentang ada-tidaknya pengaruh tindakan itu jika dibandingkan dengan tindakan lain.


Penelitian Eksperimen Dalam Pendidikan

Menurut Sukardi (2011:180), penelitian eksperimen dalam bidang pendidikan dibedakan menjadi dua yaitu penelitian di dalam laboratorium dan di luar laboratorium. Sehubungan dengan subjek dalam pendidikan adalah siswa, penelitian yang paling banyak dilakukan adalah di luar laboratorium. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki oleh penelitian di luar laboratorium, diantaranya: (a) variabel eksperimen dapat lebih kuat; (b) lebih mudah dalam memberikan perlakuan; (c) dapat melakukan setting yang mendekati keadaan sebenarnya; dan (d) hasil eksperimen lebih aktual.


Selain itu, penelitian eksperimen juga lebih cocok dilakukan dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan dua alasan sebagai berikut: (1) metode pengajaran yang lebih tepat disetting secara alami dan dikomparasikan di dalam keadaan yang tidak bias; (2) penelitian dasar dengan tujuan menurunkan prinsip umum teoritis ke dalam ilmu terapan yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh sekolah. 3. Karakteristik Penelitian Eksperimen.


Karakteristik Penelitian Eksperimen

Menurut Ary (1985), ada tiga karakteristik penting dalam penelitian eksperimen, antara lain:


(a) Variabel bebas yang dimanipulasi.

Memanipulasi variabel adalah tindakan yang dilakukan oleh peneliti atas dasar pertimbangan ilmiah. Perlakuan tersebut dapat dipertanggung-jawabkan secara terbuka untuk memperoleh perbedaan efek dalam variabel yang terkait.


(b) Variabel lain yang berpengaruh dikontrol agar tetap konstan

Menurut Gay (1982), control is an effort on the part of researcher to remove the influence of any variable other than the independent variable that ought affect performance on a dependent variable.

Dengan kata lain, mengontrol merupakan usaha peneliti untuk memindahkan pengaruh variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi variabel terkait. Dalam pelaksanaan eksperimen, group eksperimen dan group kontrol sebaiknya diatur secara intensif agar karakteristik keduanya mendekati sama.


(c) Observasi langsung oleh peneliti

Tujuan dari kegiatan observasi dalam penelitian eksperimen adalah untuk melihat dan mencatat segala fenomena yang muncul yang menyebabkan adanya perbedaan diantara dua group.

KLASIFIKASI DATA DALAM STATISTIKA DATA

 Tipe Data :

Data Kualitatif (Qualitatif)                     Data Kuantitafi (Quantitatif)

Data non numerik :                                                     Data numerik yang dihasilkan melalui :

- Atribut                                                                          - Perhitungan

- Label                                                                             - Pengukuran


Metode Pengumpulan Data

Dalam sebuah penelitian, teknik pengumpulan data adalah faktor yang menentukan keberhasilan suatu penelitian.


Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, alat yang digunakan dalam pengambilan data, dan sumber data yang diperoleh.


Jenis sumber data adalah perihal dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (jenis data primer) atau sumber tidak langsung (jenis data sekunder).


Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Sedangkan instrumen pengumpulan data adalah alat yang digunakan dalam mengumpulkan data.


Metode ini memiliki instrumen atau alat dalam pengumpulan data, yaitu berupa pengamatan, tes, wawancara, angket, dokumentasi, dan sebagainya.


Selain itu, terdapat tiga teknik pengumpulan data yang paling sering digunakan yaitu, angket, observasi dan wawancara.


Variabel Berdasarkan Proses Kuantifikasi Data

Berdasarkan proses kuantifikasi data, biasanya variabel dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:


Variabel Nominal; variabel yang ditetapkan atas proses penggolongan, variabel ini bersifat diskret dan saling pilah antara kategori satu dengan kategori lainnya. Contohnya seperti status perkawinan, jenis pekerjaan, dan jenis kelamin.

Variabel Ordinal; variabel yang tersusun berdasarkan jenjang dalam atribut tertentu. Biasanya jenjang tertinggi diberi angka 1, jenjang di bawahnya diberi angka 2, lalu di bawahnya diberi angka 3 dan seterusnya.

Variabel Interval; biasanya dihasilkan dari pengukuran, yang mana dalam pengukuran tersebut diasumsikan terdapat satuan pengukuran yang sama. Misalnya seperti prestasi belajar, penghasilan, sikap terhadap suatu program yang dinyatakan dalam skor, dan sebagainya.

Variabel Ratio; Variabel yang dalam kuantifikasinya mempunyai nol mutlak.

Rabu, 14 Juli 2021

PENGANTAR STATISTIKA

Statistik adalah data dan alat yang digunakan untuk menganalisa sehinggamenghasilkan keputusan, beberapa hal mengapa statistik penting:

1.Adanya VariasiSegala sesuatu di dunia ini diciptakan karakeristik yang berbeda-beda dan memerlukan pendataan.

2.Adanya PerubahanSatu hal yang akan selalu ada dimuka bumi ini yaitu perubahan, sehingga jika adastatistik dapat mengadaptasi perubahan tersebut.

PENGERTIAN  STATISTIK
a.       Batasan Umum
Kata statistic telah digunakan untuk membatasi cara-cara ilmiah untuk mengumpulkan , menyusun, meringkas dan menyajikan data penyelidikan. Lebih lanjut, statistic merupakan cara untuk mengolah data tersebut dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logic dari pengolahan data tersebut (Hadi, 2004).
b.      Batasan Khusus
Kata statistic juga digunakan untuk menunjuk kepada angka-angka pencatatan dari suatu kejadian atau kasus tertentu seperti misalnya :
-          Statistic bentuk badan miss universe : 38 – 22 – 36 (dada – pinggang – pinggul)
-          Statistik kecelakaan lalu lintas                  : januari 6, februari 38, Maret 21, …
-          Statistic tinggi badan rata-rata                  : Rata-rata T = 164 cm, dst..


FUNGSI   DAN  PERANAN  STATISTIK
Menurut Guilford (Hadi, 2004), fungsi dan peranan statistic digambarkan sebagai berikut:
1.      Statistik memungkinkan pencatatan paling eksak data penyelidikan
2.      Statistic memaksa penyelidik menganut tata pikir dan tata kerja yang definit dan eksak
3.      Statistic menyediakan cara-cara meringkas data ke dalam bentuk yang lebih banyak artinya dan lebih gampang mengerjakannya
4.      Statistic memberi dasar-dasar  untuk menarik kesimpulan-kesimpulan melalui proses-proses yang mengikuti  tata yang dapat diterima oleh ilmu pengetahuan
5.      Statistic memberi landasan untuk meramalkan  secara ilmiah tentang bagaimana sesuatu gejala akan terjadi  dalam kondisi-kondisi yang telah diketahui
6.      Statistic memungkinkan penyelidik menganalisa, menguraikan sebab akibat yang kompleks dan rumit, yang tanpa statistic akan merupakan peristiwa yang membingungkan, kejadian yang tak teruraikan


PENGERTIAN  STATISTIK

a.       Batasan Umum

Kata statistic telah digunakan untuk membatasi cara-cara ilmiah untuk mengumpulkan , menyusun, meringkas dan menyajikan data penyelidikan. Lebih lanjut, statistic merupakan cara untuk mengolah data tersebut dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logic dari pengolahan data tersebut (Hadi, 2004).

b.      Batasan Khusus

Kata statistic juga digunakan untuk menunjuk kepada angka-angka pencatatan dari suatu kejadian atau kasus tertentu seperti misalnya :

-          Statistic bentuk badan miss universe : 38 – 22 – 36 (dada – pinggang – pinggul)

-          Statistik kecelakaan lalu lintas                  : januari 6, februari 38, Maret 21, …

-          Statistic tinggi badan rata-rata                  : Rata-rata T = 164 cm, dst..

C. KONSEP   DASAR

Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah deret waktu.

Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus. Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasi seluruh populasi.

Jika sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) dan simpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan teknik sampling.

Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya hal terlihat banyak digunakannya uji statistika yang mengambil dasar pada sebaran peluang. Sedangkan matematika statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas dan analisis matematika untuk mendapatkan dasar-dasar teori statistika.

Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi.

Statistika deskriptif berkenaan dengan bagaimana data dapat digambarkan dideskripsikan) atau disimpulkan, baik secara numerik (misalnya menghitung rata-rata dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik), untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah dibaca dan bermakna.

Statistika inferensial berkenaan dengan permodelan data dan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dan sebagainya.

METODE  STATISTIKA
a. Dua jenis penelitian: eksperimen dan survai
Terdapat dua jenis utama penelitian: eksperimen dan survei. Keduanya sama-sama mendalami pengaruh perubahan pada peubah penjelas dan perilaku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terletak pada bagaimana kajiannya dilakukan.
Suatu eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem yang dikaji, memberi perlakuan terhadap sistem, dan kemudian melakukan pengukuran (lagi) dengan cara yang sama terhadap sistem yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Bisa juga perlakuan diberikan secara simultan dan pengaruhnya diukur dalam waktu yang bersamaan pula. Metode statistika yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).
Dalam survey, di sisi lain, tidak dilakukan manipulasi terhadap sistem yang dikaji. Data dikumpulkan dan hubungan (korelasi) antara berbagai peubah diselidiki untuk memberi gambaran terhadap objek penelitian. Teknik-teknik survai dipelajari dalam metode survei.
Penelitian tipe eksperimen banyak dilakukan pada ilmu-ilmu rekayasa, misalnya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), dan psikologi eksperimen.
Penelitian tipe observasi paling sering dilakukan di bidang ilmu-ilmu sosial atau berkaitan dengan perilaku sehari-hari, misalnya ekonomi, psikologi dan pedagogi, kedokteran masyarakat, dan industri.

Jumat, 25 Desember 2020

READ ONLY MEMORY (ROM)

 Read-only memory (ROM)

Read-only memory (ROM) adalah jenis memori non-volatile yang digunakan di komputer dan perangkat elektronik lainnya. Data yang disimpan dalam ROM tidak dapat dimodifikasi secara elektronik setelah pembuatan perangkat memori. Read-only memory berguna untuk menyimpan perangkat lunak yang jarang berubah selama masa pakai sistem, yang juga dikenal sebagai firmware. Aplikasi perangkat lunak (seperti permainan video) untuk perangkat yang dapat diprogram dapat didistribusikan sebagai kartrid plug-in yang berisi ROM.



Istilah "ROM" kadang-kadang diartikan sebagai perangkat ROM yang berisi perangkat lunak tertentu, atau file dengan perangkat lunak yang akan disimpan di EEPROM atau Flash Memory. Misalnya, pengguna yang memodifikasi atau mengganti sistem operasi Android mendeskripsikan file yang berisi sistem operasi yang dimodifikasi atau diganti sebagai "ROM kustom".

Discrete-component ROM

IBM menggunakan penyimpanan hanya baca kapasitor (CROS) dan penyimpanan hanya baca transformator (TROS) untuk menyimpan kode mikro untuk model System / 360 yang lebih kecil, 360/85, dan dua model awal System / 370 (370/155 dan 370 / 165). Pada beberapa model ada juga penyimpanan kontrol yang dapat ditulis (WCS) untuk diagnostik tambahan dan dukungan emulasi. Apollo Guidance Computer menggunakan memori tali inti, yang diprogram dengan memasang kabel melalui inti magnet.

Solid-state ROM

Jenis solid-state ROM yang paling sederhana sudah setua teknologi semikonduktor itu sendiri. Gerbang logika kombinasional dapat digabungkan secara manual untuk memetakan masukan alamat n-bit ke nilai sembarang dari keluaran data m-bit (tabel pencarian). Dengan penemuan sirkuit terintegrasi datang mask ROM. Mask ROM terdiri dari kisi baris kata (masukan alamat) dan garis bit (keluaran data), secara selektif digabungkan dengan sakelar transistor, dan dapat mewakili tabel pencarian sewenang-wenang dengan tata letak fisik biasa dan penundaan propagasi yang dapat diprediksi.

Dalam mask ROM, data secara fisik dikodekan di sirkuit, sehingga hanya dapat diprogram selama fabrikasi. Hal ini menyebabkan sejumlah kerugian serius: Hanya ekonomis untuk membeli ROM masker dalam jumlah banyak, karena pengguna harus kontrak dengan pengecoran untuk menghasilkan desain khusus.Waktu penyelesaian antara menyelesaikan desain untuk ROM masker dan menerima produk jadi cukup lama, karena alasan yang sama. Mask ROM tidak praktis untuk pekerjaan R&D karena desainer sering kali perlu memodifikasi konten memori saat mereka menyempurnakan desain. Jika produk dikirim dengan ROM masker yang rusak, satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah dengan menarik kembali produk dan mengganti ROM secara fisik di setiap unit yang dikirimkan.

Perkembangan selanjutnya telah mengatasi kekurangan ini. PROM, yang ditemukan pada tahun 1956, memungkinkan pengguna untuk memprogram isinya secara tepat satu kali dengan mengubah strukturnya secara fisik dengan penerapan pulsa tegangan tinggi. Ini mengatasi masalah 1 dan 2 di atas, karena perusahaan dapat dengan mudah memesan sejumlah besar chip PROM segar dan memprogramnya dengan konten yang diinginkan sesuai keinginan perancangnya. Penemuan EPROM tahun 1971 pada dasarnya memecahkan masalah 3, karena EPROM (tidak seperti PROM) dapat berulang kali diatur ulang ke keadaan tidak terprogram dengan paparan sinar ultraviolet yang kuat. EEPROM, ditemukan pada tahun 1983, sangat membantu untuk memecahkan masalah 4, karena EEPROM dapat diprogram di tempat jika perangkat yang berisi menyediakan sarana untuk menerima konten program dari sumber eksternal (misalnya komputer pribadi melalui kabel serial). Memori flash, ditemukan di Toshiba pada pertengahan 1980-an, dan dikomersialkan pada awal 1990-an, adalah bentuk EEPROM yang membuat penggunaan area chip sangat efisien dan dapat dihapus serta diprogram ulang ribuan kali tanpa kerusakan. Semua teknologi ini meningkatkan fleksibilitas ROM, tetapi dengan biaya per chip yang signifikan, sehingga dalam jumlah besar ROM mask akan tetap menjadi pilihan ekonomis selama bertahun-tahun. (Penurunan biaya perangkat yang dapat diprogram ulang hampir menghilangkan pasar untuk ROM mask pada tahun 2000.) Selain itu, terlepas dari kenyataan bahwa teknologi yang lebih baru semakin kurang "hanya-baca", sebagian besar hanya dibayangkan sebagai pengganti untuk penggunaan ROM masker tradisional.

Perkembangan terbaru adalah flash NAND, juga ditemukan oleh Toshiba. Para perancangnya secara eksplisit melepaskan diri dari praktik sebelumnya, dengan menyatakan bahwa "tujuan NAND Flash adalah untuk menggantikan hard disk, daripada penggunaan tradisional ROM sebagai bentuk penyimpanan primer yang tidak mudah menguap. Pada tahun 2007, NAND sebagian telah mencapai tujuan ini dengan menawarkan throughput yang sebanding dengan hard disk, toleransi yang lebih tinggi terhadap guncangan fisik, miniaturisasi ekstrim (dalam bentuk flash drive USB dan kartu memori microSD kecil, misalnya), dan konsumsi daya yang jauh lebih rendah.

Types Of ROMs

Semiconductor based

mask-programmed ROM chip adalah sirkuit terintegrasi yang secara fisik menyandikan data yang akan disimpan, dan dengan demikian tidak mungkin untuk mengubah isinya setelah pembuatan. Jenis lain dari memori solid-state non-volatile mengizinkan beberapa tingkat modifikasi:

Programmable read-only memory (PROM) atau ROM yang dapat diprogram satu kali (OTP), dapat ditulis atau diprogram melalui perangkat khusus yang disebut PROM programmer. Biasanya, perangkat ini menggunakan voltase tinggi untuk menghancurkan secara permanen atau membuat tautan internal (sekering atau antifus) di dalam chip. Akibatnya, PROM hanya dapat diprogram sekali.

Erasable programmable read-only memory (EPROM) dapat terhapus dengan paparan sinar ultraviolet yang kuat (biasanya selama 10 menit atau lebih), kemudian ditulis ulang dengan proses yang membutuhkan penerapan tegangan yang lebih tinggi dari biasanya. Paparan sinar UV yang berulang pada akhirnya akan merusak EPROM, tetapi daya tahan sebagian besar chip EPROM melebihi 1000 siklus penghapusan dan pemrograman ulang. Paket chip EPROM seringkali dapat diidentifikasi dengan "jendela" kuarsa yang menonjol yang memungkinkan sinar UV masuk. Setelah pemrograman, jendela biasanya ditutup dengan label untuk mencegah penghapusan yang tidak disengaja. Beberapa chip EPROM dihapus dari pabrik sebelum dikemas, dan tidak memiliki jendela; ini secara efektif PROM.

Electrically erasable programmable read-only memory (EEPROM) didasarkan pada struktur semikonduktor yang mirip dengan EPROM, tetapi memungkinkan seluruh isinya (atau bank terpilih) dihapus secara elektrik, kemudian ditulis ulang secara elektrik, sehingga tidak perlu dikeluarkan dari komputer (atau kamera, pemutar MP3, dll. .). Menulis atau mem-flash EEPROM jauh lebih lambat (milidetik per bit) daripada membaca dari ROM atau menulis ke RAM (dalam kedua kasus nanodetik).

Electrically alterable read-only memory  (EAROM) adalah jenis EEPROM yang dapat dimodifikasi sedikit demi sedikit. Penulisan adalah proses yang sangat lambat dan membutuhkan voltase yang lebih tinggi (biasanya sekitar 12 V) daripada yang digunakan untuk akses baca. EAROM ditujukan untuk aplikasi yang memerlukan penulisan ulang yang jarang dan hanya sebagian. EAROM dapat digunakan sebagai penyimpanan non-volatile untuk informasi pengaturan sistem penting; dalam banyak aplikasi, EAROM telah digantikan oleh CMOS RAM yang disuplai oleh daya listrik dan didukung dengan baterai lithium.

Flash memory (or simply flash) adalah jenis EEPROM modern yang ditemukan pada tahun 1984. Memori flash dapat dihapus dan ditulis ulang lebih cepat dari EEPROM biasa, dan desain yang lebih baru menampilkan daya tahan yang sangat tinggi (melebihi 1.000.000 siklus). Flash NAND modern memanfaatkan area chip silikon secara efisien, menghasilkan IC individual dengan kapasitas setinggi 16 GB (per 2007); Fitur ini, bersama dengan daya tahan dan daya tahan fisiknya, memungkinkan flash NAND menggantikan magnet di beberapa aplikasi (seperti flash drive USB). Memori flash terkadang disebut flash ROM atau flash EEPROM bila digunakan sebagai pengganti jenis ROM yang lebih lama, tetapi tidak pada aplikasi yang memanfaatkan kemampuannya untuk dimodifikasi dengan cepat dan sering.

Historical examples

ROM matriks dioda, digunakan dalam jumlah kecil di banyak komputer pada tahun 1960-an serta kalkulator meja elektronik dan enkoder keyboard untuk terminal. ROM ini diprogram dengan memasang dioda semikonduktor diskrit di lokasi yang dipilih antara matriks jejak garis kata dan jejak garis bit pada papan sirkuit tercetak.

Resistor, kapasitor, atau ROM matriks transformator, digunakan di banyak komputer hingga tahun 1970-an. Seperti ROM matriks dioda, ia diprogram dengan menempatkan komponen di lokasi yang dipilih antara matriks baris kata dan baris bit. Tabel Fungsi ENIAC adalah ROM matriks resistor, diprogram dengan mengatur sakelar putar secara manual. Berbagai model IBM System / 360 dan perangkat periferal kompleks menyimpan kode mikro mereka di salah satu kapasitor (disebut BCROS untuk Penyimpanan Hanya Baca Kapasitor Seimbang pada 360/50 & 360/65 atau CCROS untuk Penyimpanan Hanya Baca Kapasitor Kartu pada 360/30) atau transformator (disebut TROS untuk Transformer Read Only Storage pada 360/20, 360/40 dan lainnya) matriks ROM.

Core rope, suatu bentuk teknologi ROM matriks transformator yang digunakan di mana ukuran dan / atau berat sangat penting. Ini digunakan di Komputer Pesawat Luar Angkasa Apollo NASA / MIT, komputer PDP-8 DEC, dan tempat lain. Jenis ROM ini diprogram dengan tangan dengan menenun "kabel garis kata" di dalam atau di luar inti transformator ferit.

The perforated metal character mask ("stencil") dalam tabung sinar katoda Charactron, yang digunakan sebagai ROM untuk membentuk berkas elektron lebar untuk membentuk bentuk karakter yang dipilih di layar baik untuk tampilan atau berkas elektron yang dipindai untuk membentuk bentuk karakter yang dipilih sebagai overlay pada sinyal video.

Berbagai perangkat mekanis digunakan pada peralatan komputasi awal. Pelat logam mesin berfungsi sebagai ROM di printer dot matrix pada pukulan tombol IBM 026 dan IBM 029.


Sabtu, 12 Desember 2020

Perkembangan Printer Dari Masa Ke Masa


 Perkembangan Printer

Printer berasal dari kata print yang berarti cetak, dengan demikian printer adalah sebuah alat untuk mencetak. Dalam dunia komputer, printer termasuk perangkat peripheral output yang menyajikan representasi tulisan atau grafis pada sebuah kertas atau media semacamnya.

Perkembangan printer sendiri sudah sangat pesat dari segi ukuran, kecepatan, harga, kualitas, kuantitas maupun teknik pengoprasiannya. Maka dari itu JaPri akan sedikit menjelaskan perkembangan printer dari masa ke masa :

Printer Dot-Matrix

Perkembangan printer pertama adalah Printer dot-matrix, printer ini adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah. Selain itu ketika sedang mencetak, printer ini suaranya cendrung keras serta kualitas untuk mencetak gambar kurang baik karena hasil cetakan dibentuk oleh hentakan jarum pada pita yang membentuk karakter yang berupa titik-titik yang beraturan.

Sehingga gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna yaitu warna hitam. Tetapi saat ini printer ini masih banyak digunakan oleh beberapa orang dikarenakan printer ini awet. Pita printer dot-matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta) untuk printer jenis inkjet dan laser jet.

Printer Dot-Matrix mulai dilirik kembali oleh beberapa orang

Pada tahun 1994 printer dot-matrix laku dipasar Indonesia sampai 90%, mungkin ini dikarenakan saat itu printer itulah yang paling murah dibandingkan printer lain.

Disamping kebutuhan pasar masih sangat terbatas dan kemudian pasar printer ini makin lama makin terprosok pada tahun 1995 sampai 68%, 1996 tinggal 47% dan pada tahun 1997 hanya 28% itu karena tuntutan aplikasi yang semakin canggih, dan orang semakin membutuhkan pencetak berkualitas tinggi.

Namun, pasar dot-matrix tidak pernah benar-benar mati karena ada kebutuhan khusus yang tidak dapat digantikan oleh kedua teknologi lain, yaitu inkjet dan laser.

Printer Dot-Matrix Epson

Printer merk epson yang paling banyak dipakai saat ini adalah LX-310, biasanya untuk kantor kecil atau kantor pribadi, dan LQ 2190 untuk kantor dengan kebutuhan cetak yang lebih besar, sedangkan seri DFX biasanya dipakai untuk tugas-tugas yang lebih berat. Dan dari segi penjualan, printer dot-metrix merk epson memang mulai meningkat sejak kuartal 4 tahun lalu.

Namun seiring berjalannya waktu, Printer Epson mengeluarkan generasi terbarunya yaitu LX-310 , setelah 3 generasi sebelumnya LX-300,LX-300+,dan LX-300+II , semua generasi ini laris dan terus bertebaran di indonesia , lebih populer lagi pada kalangan pebisnis retail , bagian administrasi , accounting , dan perpajakan .

Printer Inkjet

Perkembangan teknologi Inkjet memperluas pilihan printer personal, teknologi inkjet berkembang lebih cepat dibandingkan dengan teknologi jenis printer lainnya. Hal ini dibuktikan dengan lebih seringnya muncul printer inkjet dibandingkan dengan printer lain.

Teknologi inkjet masih memberikan peluang perkembangan yang lebih luas, seperti peningkatan kecepatan, warna dengan resolusi yang tinggi, sehingga printer inkjet identik dengan printer personal mungkin perlu dikoreksi. Printer inkjet digunakan untuk jaringan, namun sementara printer personal didominasi oleh printer inkjet.

Perkembangan printer inkjet telah memberikan pengaruh besar dikalangan pemakaian printer personal. Orang berbondong-bondong lari ke teknologi printer inkjet karena dengan printer inkjet pemakai memang bisa mendapat semaksimal mungkin kualitas yang baik dalam mencetak warna, dan harga juga terjangkau.

Printer Inkjet HP

Perkembangan teknologi inkjet telah memberikan pengaruh besar dikalangan pemakai printer personal. Kemampuan-kemampuan baru, seperti kemampuan mencetak diatas berbagai ukuran dan media (kertas, kartu, dan T-shirt), hasil cetakan berkualitas foto, serta printer multifungsi yang baru diperkenalkan HP (Hewlett Packard) serta Canon (dapat mencetak dan menscan) telah memberikan pilihan yang lebih bagi pemakai personal.

Biasanya para pengguna printer rumahan sering mengeluhkan mengenai biaya cetak yang mahal, oleh karena itu, HP memperkenalkan teknologi baru mereka yg terdpat pada printer-printer keluaran terbaru yaitu  printer HP Ink Advantage. Apakah yang dimaksud dengan teknologi Ink Advantage?.

Printer HP INK Advantage adalah teknologi cetak pada printer HP dimana user bisa mencetak dengan kuantitas yang lumayan banyak namun dengan biaya yang sangat terjangkau. Disini cartridge original (tinta printer) bisa di dapatkan dengan harga yang relatif murah tanpa mengorbankan kualitas cetak.

\

Itulah beberapa perkembangan printer dari masa ke masa sobat JaPri, selain itu ada beberapa printer yang memiliki fungsi yang unik juga lohh, Semoga dengan membaca artikel ini sobat JaPri menjadi lebih bertambah wawasannya tentang perkembangan printer dari masa ke masa.













implementasi algoritma Algoritma Branch and Bound

    Metode Branch and Bound Metode Branch and Bound adalah sebuah teknik algoritma yang secara khusus mempelajari bagaimana caranya memperke...